Candi Plaosan …… Candi Kembar
Candi Plaosan sebutan untuk kompleks percandian yang terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah, kira-kira satu kilometer ke arah timur-laut dari Candi Sewu atau Candi Prambanan.
Berikut merupakan rute untuk menuju ke Candi Plaosan dari Yogyakarta.
- Ikuti jalan Solo sampai anda tiba di kecamatan Prambanan, Jawa Tengah. Tepatnya di kawasan Candi Prambanan.
- Anda akan berjumpa dengan Tiga lampu merah. Lampu merah pertama adalah lampu merah yang berada dekat dengan pasar Prambanan. Sedangkan lampu merah yang kedua adalah berada setelah tugu perbatasan Yogyakarta-Jawa Tengah. Untuk kedua lampu merah tersebut, anda lurus saja, tetap mengikuti jalan Solo sampai lampu merah ketiga (sebelah kiri Kantor POS dan kalau ke selatan ke Stasiun Prambanan) anda Belok kiri.
- Anda akan sampai di perempatan yang memiliki lampu merah. Di perempatan ini anda harus berbelok ke arah kiri (utara) menuju jalan Manisrenggo.
- Seterusnya ikuti saja jalan Manisrenggo tersebut sampai anda berjumpa dengan perempatan yang mana kantor Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah berada di sisi kiri (Barat) jalan Anda nengok saja ke arah Timur (kanan Jalan) akan nampak sebuah candi Plaosan.
Adanya kemuncak stupa, arca Buddha, serta candi-candi perwara (pendamping/kecil) yang berbentuk stupa menandakan bahwa candi-candi tersebut adalah candi Buddha. Berdasarkan prasasti pendek yang dipahatkan pada perwara di candi ini, kemungkinan Candi Plaosan dibangun atas kerjasama antara Raja Rakai Pikatan dan Sri Kahulunan pada zaman kerajaan Mataram Kuno sekitar abad ke-9.
Prasasti-prasasti tersebut menggunakan huruf siddham dan berbahasa sansekerta, berdasarkan data prasasti diceritakan pada masa itu raja yang berkuasa adalah Sri Maharaja Rakai Pikatan yang beragama Hindu dan menikah dengan Pramudhawardhani putri dari Raja Samaratungga yang beragama Budha. Pada masa pemerintahannya Rakai Pikatan memerintahkan pendirian bangunan sud bagi Dewa Syiwa (Sivagrha) dan setelah menikah ia juga memberi dharma dengan ikut membangun Candi Plaosan yang berlatar belakang agama Budha untuk istrinya (Pramudhawardhani) dan mertuanya (Samaratungga). Adapun nama Sri Kahulunan yang juga disebut pada prasasti pendek Candi Plaosan Lor adalah Ibu Sari yang juga berperan dalam pembangunan candi itu secara bersama-sama.
Kompleks Candi Plaosan ditemukan pagar keliling berukuran 290m x 460m. di dalam pagar keliling terdapat parit keliling berukuran 270m x 440m. pagar keliling tersebut dapat menunjukkan bahwa Candi Plaosan merupakan kompleks candi yang luas, yang mencapai 5 hektare dan sebagian kompleks itu kini masih merupakan persawahan milik warga.
Pada beberapa candi dan stupa perwara ditemukan prasasti singkat yang memuat gelar dan nama tokoh-tokoh. Ditemukan pula prasasti dari emas dan perak berisi mantra untuk memuja Dewa.
Candi yang terletak di sebelah kiri dinamakan Candi Plaosan Lor dan candi yang terletak di sebelah kanan dinamakan candi Plaosan Kidul.
KEDUDUKAN WILAYAH CANDI PLAOSAN
- Letak
Kompleks candi Plaosan Lor secara administratif terletak di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Kompleks candi ini dapat dicapai melalui jalan raya Jogya – Solo, di sekitar Prambanan, menuju lokasi kompleks candi Plaosan dapat mengambil jalan menuju jurusan Prambanan – Manisrenggo – dengan jarak sekitar 2 km. - Batas
Secara geografis letak candi Plaosan Lor berada pada titik ordinat 7° 44’32 Lintang Selatan dan 110 ° 30’11,07 Bujur Timur dengan batas wilayah- Sebelah utara : Desa Kokosan
- Sebelah Selatan : Desa Tlogo
- Sebelah Barat : Daerah Istimewa Yogyakarta
- Sebelah Timur : Desa Kemudo
Candi Plaosan Lor
Kompleks Candi Plaosan Lor memiliki dua candi utama dengan tinggi 21 meter. Panjang tembok yang mengelilingi candi sepanjang 50 meter dan lebar 14 meter. Di tembok ini terdapat gambar Bodhisattva, Kinnara dan beberapa dewa perempuan.
Bangunan Candi Plaosan Lor memiliki halaman tengah yang dikelilingi oleh dinding dengan pintu masuk di sebelah barat. Pada bagian tengah halaman itu terdapat pendopo berukuran 21,62 m x 19 m. Pada bagian timur pendopo terdapat 3 buah altar, yaitu altar utara, timur dan selatan. Gambaran Amitbha, Ratnasambhava, Vairochana, dan Aksobya terdapat di altar timur. Stupa Samantabadhara dan figur Ksitigarbha ada di altar utara, sementara gambaran Manjusri terdapat di altar barat.
Candi yang terletak di sebelah kiri (di sebelah utara) dinamakan Candi Induk Utara dengan relief yang menggambarkan tokoh-tokoh wanita, dan candi yang terletak di sebelah kanan (selatan) dinamakan Candi Induk Selatan dengan relief menggambarkan tokoh-tokoh laki-laki. Di bagian utara kompleks terdapat masih selasar terbuka dengan beberapa arca buddhis. Kedua candi induk ini dikelilingi oleh 116 stupa perwara serta 50 buah candi perwara, juga parit buatan.
Setiap candi mempunyai 6 ruangan yang terbagi dalam 2 tingkat masing-masing candi induk terdapat 6 patung/arca Dhyani Boddhisatwa. Di ruangan di lantai bawah terdapat patung Buddha yang terbuat dari tembaga, tetapi sekarang sudah hilang, yang dikelilingi oleh dua patung Bodhisattva. Relief di tembok menggambarkan pemberian. Relic dan benda yang disucikan berada di lantai atas. Walaupun candi ini adalah candi Buddha, tetapi gaya arsitekturnya merupakan perpaduan antara agama Buddha dan Hindu.
Candi Induk Selatan Plaosan Lor dipugar pada tahun 1962 oleh Dinas Purbakala. Sementara itu, Candi Induk Selatan dipugar pada tahun 1990-an oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Tengah.
Candi Plaosan Kidul
Candi Plaosan Kidul terdiri dari dua bangunan utama. Sebagian dari Kala Makara didekorasi dengan antefixe dan pintu masuk, yang dihiasi dengan motif tumbuh-tumbuhan.
Candi Plaosan Kidul juga memiliki pendopo di bagian tengah yang dikelilingi 8 candi kecil yang terbagi menjadi 2 tingkat dan tiap-tiap tingkat terdiri dari 4 candi. Ada pula gambaran Tathagata Amitbha, Vajrapani dengan atribut vajra pada utpala serta Prajnaparamita yang dianggap sebagai “ibu dari semua Budha”. Beberapa gambar lain masih bisa dijumpai namun tidak pada tempat yang asli. Figur Manujri yang menurut seorang ilmuwan Belanda bernama Krom cukup signifikan juga bisa dijumpai.


Gambaran arsitektur kayu dalam arsitektur konstruksi batu di candi Perwara, Plaosan, Jawa Tengah.


![]()

Disadur dari berbagai sumber.
Gambar :
- http://wijna.web.ugm.ac.id/gambar/KalSari/_DSC0012p_ALRtb.jpg
- http://202.138.226.22/file2/0204_1.JPG
- http://candidiy.tripod.com/PLAOSAN1.JPG
- http://candidiy.tripod.com/plaosan4.png
- http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/8/83/Plaosan_Temple_Guardian.jpg/300px-Plaosan_Temple_Guardian.jpg
- http://candi.pnri.go.id/jawa_tengah_yogyakarta/plaosan/image/plaosanlor2.jpg
- http://www.geocities.com/designastudio6/kaliandra/100_4531.JPG
- http://www.borobudur.tv/Image/Plaosan_041.jpg
- http://alle.files.wordpress.com/2008/02/plaosan.jpg?w=388&h=268
Belum ada trackback.